Mengenal Cedera ACL, Momok Bagi Olahragawan

Olahragawan memiliki aktivitas gerak badan yang lebih banyak dan keras dibandingkan orang pada umumnya, sehingga memiliki risiko cedera cukup tinggi. Umumnya, cedera ini terjadi pada olahragawan jenis sepak bola, basket, tenis, bola voli, dan senam. Hal ini disebabkan olah raga tersebut menuntut gerakan tiba-tiba saat berhenti, melompat, maupun mengubah arah.

Cedera ACL

Pengertian Cedera ACL

ACL merupakan singkatan dari anterior cruciate ligament. Ini merupakan ligamen atau penghubung antar tulang yang menjaga kestabilan lutut. Ligamen ini berbentuk seperti pita keras yang dapat sobek saat cedera akibat gerakan tiba-tiba yang salah. Cedera ini juga bisa terjadi akibat benturan, misalnya saat dua pemain sepak bola bertabrakan. Ini merupakan cedera yang sangat ditakuti karena penyembuhannya memerlukan waktu cukup lama.

Beberapa atlet pernah mengalami cedera pada ligamen ini. Salah satunya adalah pemain muda sepak bola Italia, Nicolo Zaniolo. Cedera ACL ini membuatnya harus rela menjalani masa pemulihan dengan cuti dari pertandingan. Umumnya, pemulihan dari cedera ini memerlukan waktu tiga hingga dua belas bulan. Namun, saat masa pemulihan, pasien harus tertib dalam mematuhi prosedur penyembuhan dan terapinya.

Tanda-tanda Terjadinya Cedera ACL

Saat terjadi cedera, ligamen ACL mengalami robekan, sehingga membuat gerak tulang menjadi tidak stabil. Kondisi dapat bervariasi tingkat keparahannya. Bisa jadi, ligamen menglami peregangan yang berlebihan, robekan sebagian, robekan parah, atau bahkan terlepas. Selain pada atlet, cedera ini lebih banyak terjadi pada wanita. Berikut ini adalah tanda-tanda terjadinya cedera pada ligamen ini.

Bunyi yang Nyaring

Umumnya, tanda yang terjadi saat mengalami cedera ACL  adalah adanya suara nyaring yang terdengar dari lutut. Pada kondisi parah, suara ini bahkan bisa didengar oleh orang lain. Hal ini disebabkan oleh peregangan ligamen yang melebihi batas, sehingga membuatnya mengalami robekan. Suara robekan inilah yang terdengar saat terjadinya cedera dan diikuti dengan nyeri yang sangat pada bagian lutut.

Pembengkakan dan Nyeri Lutut

Ligamen yang cedera ini akan mengalami pembengkakan yang bisa jadi disebabkan oleh adanya pendarahan di dalam. Pembengkakan yang disertai rasa nyeri ini mengakibatkan penderita kesulitan dalam menggerakan kakinya. Biasanya pembengkakan ini akan terjadi secara cepat. Orang yang mengalami cedera ligamen ini dituntut untuk mengistirahatkan kakinya untuk mencegah risiko lebih parah.

Lutut Terasa Tidak Mampu Menopang Tubuh

Tanda terjadinya cedera ACL ini, salah satunya adalah adanya rasa tidak stabil pada lutut. Berat tubuh tidak dapat ditopang sempurna oleh lutut, disertai nyeri hebat. Namun, hal ini juga tergantung pada tingkat keparahan cederanya. Pada tingkat cedera ringan, penderita masih bisa berjalan walaupun sedikit pincang. Namun, pada kondisi parah, seorang atlet yang mengalami cedera bahkan harus ditandu keluar lapangan. 

Itulah tadi pengertian Cedera ACL yang sering menjadi momok yang ditakuti olahragawan. Penanganan cedera ini disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Mulai dari pemberian obat untuk meredakan nyeri, terapi, hingga operasi pada kasus yang lebih parah. Kehati-hatian dalam melakukan gerak, terutama gerakan berbalik arah dan melompat, perlu dilakukan sebagai pencegahan terjadinya cedera.